Senin, 25 November 2019

Tugas 3

WARGA NEGARA DAN NEGARA




Warga negara adalah  rakyat yang menetap disuatu wilayah, warga negara secara hukum merupakan anggota dari suatu negara. Dalam hubungan antara warga  negara dan negara, warga negara mempunyai hak-hak tertentu dan dillindungi oleh negara. Sebaliknya, warga negara juga mempunyai kewajiban terhadap negara. Dalam suatu negara pasti mempunyai suatu aturan dan hukum tertentu yang sudah diatur oleh pemerintah. Disini saya akan menjelaskan apa yang dimaksud hokum, negara, dan pemerintahan.

A. Hukum
Hukum adalah keseluruhan kumpulan peraturan-peraturan atau kaidah-kaidah dalam suatu kehidupan bersama, keseluruhan peraturan tingkah laku yang berlaku dalam suatu kehidupan bersama, yang dapat dipaksakan pelaksanaannya dengan sanksi. Sebagai warga negara kita harus mematuhi aturan atau hukum tersebut.
Ciri Hukum  adalah :
- Dalam hukum tertuang jelas perintah dan larangan.
- Adanya ketaatan melaksanakan perintah dan larangan.

Sifat Hukum adalah :
- Mempunyai Sifat Memaksa
- Mempunyai Sifat Mengatur

B. Negara
Negara adalah suatu daerah tertentu yang ditempati oleh sekumpulan orang yang dipimpin oleh seorang yang diakui sebagai pemilik kedaulatan. Kekuasaan negara baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.
Fungsi atau tugas negara adalah untuk mengatur kehidupan yang ada dalam negara untuk mencapai tujuan negara. Fungsi negara, antara lain menjaga ketertiban masyarakat, mengusahakan kesejahteraan rakyat, membentuk pertahanan, dan menegakkan keadilan.
Unsur-unsur Negara
1. Wilayah/Daerah
2. Rakyat
3. Pemerintah yang sah dan berdaulat
4. Pengakuan oleh negara lain

C. Pemerintahan
Pemerintahan sebagai sekumpulan orang-orang yang mengelola kewenangan-kewenangan, melaksanakan kepemimpinan dan koordinasi pemerintahan serta pembangunan masyarakat dari lembaga-lembaga dimana mereka ditempatkan.
Pemerintah adalah organisasi yang memiliki kekuasaan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang-undang di wilayah tertentu. Pemerintahan dalam arti luas adalah segala urusan yang dilakukan oleh Negara dalam menyelenggarakan kesejahteraan rakyatnya dan kepentingan Negara sendiri; jadi tidak diartikan sebagai Pemerintah yang hanya menjalankan tugas eksekutif saja, melainkan juga meliputi tugas- tugas lainnya temasuk legislatif dan yudikatif.


Sumber referensi: Buku "Pendidikan Kewarganegaraan" Prof. Dr. H. Kaelan, M. S.
                                 Buku "Ilmu Sosial Dasar" Drs. H. Hartomo & Dra. Arnicun Aziz
                                 Buku "Ilmu Sosial Dasar" Drs. H. Abu Ahmadi

Senin, 18 November 2019

TUGAS 2

Pemuda Dan Sosialisasi



Pemuda adalah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, Pemuda juga disebut-sebut sebagai generasi yang diharapkan terhadap bangsa dan negaranya untuk meneruskan generasi sebelumnya.

Melalui proses sosialisasi, seorang pemuda akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab. Kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk.

Para pemuda pasti mengalami internalisasi atau yang dimaksud dengan proses pembelajaran tingkah laku yang sebelumnya tidak dimiliki. Internalisasi ini memiliki beberapa tahapan, diantaranya:
Tahapan Persiapan, yaitu tahap awal yang dimulai sejak manusisa dilahirkan. Seiring waktu manusia akan tumbuh menjadi anak-anak dan mulai mempersiapkan dirinya untuk mengenal lingkungan sosialisasi atau dunia luar.
Tahapan Meniru, yaitu tahapan dimana seorang anak mulai melakukan sesuatu sesuai yang dia lihat.
Tahapan Siap untuk bertindak, yaitu tahapan dimana seorang pemuda sudah siap bertindak sesuai yang dia inginkan.

Ditahap terakhir perilaku setiap individu pun berbeda-beda. Dari situ terbentuklah Spesialisasi. Spesialisasi lebih mengarah pada kekhususan yang telah dimiliki oleh seorang individu.

Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, kita pasti selalu bersosialisasi terhadap individu lain dimanapun kita berada. Perbedaan antar karakter menjadi identitas diri individu masing-masing. Perilaku setiap individu pun berbeda-beda, karena dari itu membuat individu lain mengambil suatu tindakan yang berbeda-beda. Tindakan-tindakan yang diambil oleh masing-masing individu bisa dibagi menjadi dua yaitu tindakan positif dan negatif. 

Pada saat usia masih mudalah biasanya orang mulai melakukan pencarian jati diri atau mengenali identitas dirinya. Siapa dia dan bagaimana dia. identitas atau jati diri (kepribadian) adalah sikap atau sifat yang ada dalam diri seseorang.

Dalam tahap pencarian identitas inilah terkadang masih menemukan kendala. Apalagi dizaman yang serba bebas sekarang ini. Pergaulan merupakan faktor utama yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seorang pemuda. Hal itu dapat dibuktikan dengan melihat cara media masa, karena banayk sekali sisi positif dan negatifnya. Yang kita takutkan sekarang adalah dari sisi negatinya. Contohnya saja diri video-video yang tidak baik, pembunuhan di kalangan pemuda, pemerkosaan, dll.Dan banyak juga pelaku-pelaku pemuda yang tidak bertanggug jawab. Mulai dari tawuran antar pelajar, perkelahian antar geng, narokoba, dan tindakan asusila lain. Dari contoh tersebut dapat dikatakan bahwa moral pemuda zaman sekarang sudah menurun dibanding pemuda generasi sebelumnya. Pemuda mulai kehilangan jati dirinya karena mereka cenderung ikut-ikutan ke dalam pergaulan yang bebas saat ini.

Sangat disayangkan apabila kita melihat pengambaran mengenai pemuda seperti diatas. Karena pemuda mempunyai semangat untuk melakukan perubahan yang sangat berpengaruh dalam meneruskan perjuangan bangsa dan agama. Ada beberapa solusi agar pemuda tidak kehilangan jatidirinya, yaitu sangat dibutuhkan peran orang tua  mendidik anak-anaknya agar bisa menjadi pemuda yang berguna. Selain itu, pendidikan agama dan akhlak yang mulia juga harus ditanamkan kepada para pemuda agar tidak mudah terpengaruh kedalam tindakan kemaksiatan.


Sumber referensi: Buku "Pemuda dan Perubahan Sosial" karya Taufik Abdullah
                                 Buku "Ilmu Sosial Dasar" Drs. H. Hartomo & Dra. Arnicun Aziz
                                 Buku "Ilmu Sosial Dasar" Drs. H. Abu Ahmadi


Sabtu, 12 Oktober 2019

Tugas 1

Permasalahan sosial yang ada di Indonesia



Masalah sosial ialah permasalahan yang terjadi dalam masyarakat. Masalah sosial juga sering diartikan sebagai suatu keadaan masyarkat yang tidak sewajarnya atau tidak normal.
Salah satu dari permasalahan sosial yang ada di Indonesia adalah Masalah Kependudukan. Masalah kependudukan bisa terbagi-bagi menjadi beberapa jenis, yaitu persebaran penduduk yang tidak merata, kualitas pendidikan yang rendah, dan kepadatan penduduk. Masalah kependudukan bisa menimbulkan masalah sosial yang lain seperti pengangguran, kemiskinan hingga tindak kejahatan.

Masalah ini tidak hanya timbul di Indonesia saja, bahkan hampir semua negara mengalaminya. Masalah kependudukan timbul karena faktor yang berbeda-beda, kita akan membahas salah satu permasalahan sosial kependudukan yang paling mencolok dan bisa menimbulkan masalah yang lainnya yaitu Persebaran Penduduk Yang Tidak Merata.

Persebaran Penduduk Yang Tidak Merata
Persebaran penduduk yang tidak merata, negara ini banyak sekali wilayah yang penduduknya tidak merata. Ada satu daerah yang padat dan ada pula daerah yang jarang penduduknya. Contohnya yaitu DKI Jakarta dan Kalimantan. Berdasarkan sensus pada tahun 2000, terdapat 12 ribu orang yang mendiami setiap 1 km² di wilayah DKI Jakarta, sedangkan di wilayah Kalimantan Barat hanya terdapat 27 orang yang mendiami setiap 1 km².

Faktor-faktor yang menimbulkan masalah ini antara lain:
  • Sejarah, histori menjadi latar belakang terjadi jumlah penduduk yang tidak merata di dalam wilayah-wilayah yang ada. Misalnya saja sejak zaman penjajahan Belanda hampir semua aktivitas kehidupan ada di pulau Jawa. Hal ini selain dikarenakan faktor kemudahan dan keterjangkauan, juga karena faktor fisik pulau jawa yang cocok dengan daerah asal mereka.
  • Pusat Pemerintahan, semua fasilitas sarana dan prasarana yang diberikan kepada  masyarakat secara lengkap tentu diperlukan, siapa pun yang berkepentingan sudah pasti akan mendatangi kota pusat pemerintahan.
  • Luas Daerah, luas daerah satu dengan lainnya tentu berbeda-beda, hal ini setidaknya menjadi dorongan bagi seseorang untuk melakukan perpindahan dari wilayah-wilayah yang dianggapnya memiliki ukuran lebih baik.
  • Lapangan Pekerjaan, merupakan alasan yang paling dominan. Misalnya saja di Indonesia yang lapangan pekerjaannya terpusat pada wilayah perkotaan, hal ini mendorong bagi sebagian orang untuk melakukan perpindahan ke daerah lain untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.


Kenapa saya menyebut masalah ini yang paling mencolok? Karna dari timbulnya masalah ini dapat menimbulkan masalah lain, seperti misalnya di satu wilayah terdapat banyak lapangan kerja sementara di satu wilayah lain tidak, maka dari itu akan menimbulkan masalah sosial yang lainnya, yaitu kemiskinan di wilayah tertentu. Untuk mengatasi masalah sosial tersebut, diadakan program transmigrasi. Program ini bertujuan untuk:
·         Meratakan persebaran penduduk di negara Indonesia
·         Mengolah sumber daya alam
·         Memajukan taraf hidup bagi transmigran
·         Membuat pembangunan di seluruh wilayah Indonesia lebih merata
·         Membuka lapangan pekerjaan untuk transmigran
·         Membuat peningkatan dalam hal persatuan dan kesatuan bangsa
·         Mempertahankan keamanan di setiap wilayah
Demikianlah contoh permasalahan sosial yang ada di Indonesia yang dapat saya bagikan. Semua masalah sosial dilingkungan pasti ada solusinya, namun cara mengatasi masalah sosial dilingkungan setempat juga harus disertai peran dari masyarakat dan pemerintah.

https://dosengeografi.com/persebaran-penduduk-tidak-merata/